CCTV dengan Face Recognition

Semakin banyak tindak kriminal saat ini, dimana diperlukannya alat keamanan yang dapat mengetahui rinci kejadian kejahatan yang telah terjadi. Dan juga mengenali pelaku kejahatan. Dengan tuntutan seperti itu, maka terciptalah cctv yang dapat mengenali wajah(face recognition), sehingga disaat tertangkap kamera, pelaku dapat dikenali sehingga dapat dilakukan pencarian pada pelaku. Berikut ini saya akan menjelaskan Metoda untuk face detection/recognition.

Metoda yang digunakan untuk face recognition / pengenalan wajah sangat banyak, tentunya setiap metoda mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti yaitu, proses awal yang berlaku berkaitan dengan proses pengenalan wajah adalah capture (pengambilan gambar), analysis (analisa gambar), dan face comparer (perbandingan gambar wajah dengan database wajah). Saya menggunakan camera CCTV dan konsekuensinya adalah gambar yang dianalisa adalah berdasarkan gambar bergerak (motion video/surveillance video) yang mana menggunakan metoda yang berbeda jika kita menganalisa gambar diam (still image)
Adapun secara detailnya proses pengenalan wajah dijelaskan sebagai berikut :
• Deteksi Wajah : Algoritma dan program untuk mengenali wajah bekerja berdasarkan input gambar video dari CCTV wireless camera. Software pengenal wajah tersebut akan mencari bagian / area pada gambar video yang memuat wajah. Jike didapati adanya wajah pada video tersebut, maka software akan langsung memprosesnya. Untuk mendukung proses ini, algoritma yang digunakan adalah : Multi Scale Algorithm. pemilihan algoritma ini karena cukup efektif untuk mendeteksi shape / suatu bentuk objek dari input video beresolusi rendah (low resolution video) seperti yang dihasilkan oleh CCTV Wireless Camera
• Penentuan Letak Wajah : Ketika software sudah berhasil mengetahui bahwa pada gambar video tersebut terdapat wajah, maka yang dilakukan selanjutnya adalah mengenali beberapa bagian dari wajah, contohnya posisi kepala, posisi hidung, dll Diusahakan pada proses ini, gambar wajah tidak lebih 35 derajat pada posisi lurus dari camera. Agar mudah untuk mendeteksinya, karena asumsi kamera adalah wajah yang ingin dikenali berada pada posisi lurus dihadapannya (straight forward position), dan jika wajah yang ingin dikenali ternyata posisi mukanya menghadap ke samping, sehingga akan sulit untuk dianalisa letak dari bagian-bagian wajahnya.
• Normalisasi Gambar : Ukuran gambar dari objek wajah disesuaikan dengan suatu standar tertentu agar dapat didaftarkan dan dipetakan sesuai dengan representasi data yang digunakan dalam database. Proses ini tidak menghiraukan letak wajah dan jarak wajah dari kamera saat proses capture.
• Representasi : Sistem menterjemahkan data-data yang didapat dari proses sebelumnya, lalu mengubahnya ke dalam deretan kode unik. Proses ini dimungkinkan untuk memudahkan perbandingan wajah, dengan membandingkan antara wajah satu dengan lainnya yang berbeda secara kode.
• Matching : Data wajah yang didapat berupa kode, lalu dibandingkan dengan data wajah yang ada di database. Sederhananya proses ini membandingkan kode wajah yang ingin dikenali dengan kode wajah yang sudah tersimpan di database.
Ternyata bukan hanya sidik jari aja ya yang bisa diselidiki. Semoga dengan adanya sensor wajah ini bias lebih berguna dan tidak ada yang menyalahgunakannya.

Sumber : http://geeks.netindonesia.net

Satu pemikiran pada “CCTV dengan Face Recognition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s